Bebas Macet Bukan Lagi Impian

Bebas Macet Bukan Lagi Impian

Litlife.id - Pagi itu KRL Commuterline dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang seperti biasa dipenuhi oleh para pelaju (commuter) yang ingin beraktivitas di Jakarta. Yanto, 39 tahun warga Rangkasbitung, tidak kebagian tempat duduk dan harus berdiri di dalam gerbong kereta yang berkapasitas 250 orang itu.

Dia merupakan salah satu dari 13.000 penumpang KRL Rangkasbitung yang berangkat ke Jakarta tiap hari. Menurut Yanto, dia sangat terbantu dengan adanya KRL Commuterline rute Rangkasbitung-Tanah Abang yang diresmikan pada April 2017. Ia sebelumnya rutin menggunakan KA ekonomi Rangkas Jaya untuk berangkat kerja ke Jakarta. Dengan adanya jalur KRL baru ini, Yanto merasa sangat terbantu dari segi keamanan dan efisiensi waktu.

"[KRL Commuterline] Jauh lebih nyaman. Dulu [KA ekonomi] sumpek, panas, banyak copet, banyak yang jualan di dalam [gerbong kereta], kotor lagi," ujar Yanto. “Sekarang keretanya enak, dingin. Nggak takut ketinggalan kereta karena selalu ada tiap setengah jam.”

Ungkapan rasa senang juga dikemukakan oleh Nia, penumpang KRL dari Bekasi Timur. PT KAI (Persero) pada 7 Oktober 2017 secara resmi membuka beberapa stasiun yang berada di daerah timur di antaranya Stasiun Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, dan Cikarang. Nia merasakan manfaat besar dibukanya rute baru itu.

“Luar biasa, sangat bagus dan bermanfaat sekali karena kami pengguna kereta di daerah timur terbantu. Ini juga bisa menghemat biaya dan waktu yang biasa kita punya untuk bolak-balik Stasiun Bekasi ke Bekasi Timur yang lumayan menguras,” ujar Nia.

KRL (kereta rel listrik) sebenarnya bukan angkutan umum baru. KRL sudah ada sejak zaman penjajahan. Di tahun 1924, Belanda sudah menjalankan kereta api listrik di jalur Tanjung Priok-Jatinegara, disusul Jakarta Kota - Bogor tahun 1930.

Revolusi besar dilakukan PT KAI pada Agustus 2013. Pembenahan sistem penjualan tiket dan renovasi stasiun kereta membuat KRL jadi angkutan yang makin banyak digemari orang.

Jumlah penumpang KRL pun makin bertambah. Rata-rata ada sekitar 850.000-900.000 penumpang per hari. Bahkan pada 24 Mei 2017 lalu tercatat jumlah penumpang sebanyak 1.045.823 orang.

KRL ini merupakan bagian dari program transportasi massal yang penyelesaiannya terus didorong oleh Presiden Jokowi. Selain KRL, transportasi massal tersebut juga meliputi Bus Rapid Transit (BRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Transit (LRT).

Bus Rapid Transit (BRT) Jakarta atau lebih dikenal dengan busway dikelola oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan mulai beroperasi sejak Januari 2004.

Saat ini Transjakarta memiliki 13 rute di dalam kota. Busway memiliki jalur sendiri di jalan raya yang ada, kecuali koridor 13 (Ciledug-Tendean) yang berupa jalan layang (elevated). Tarif yang diterapkan adalah tarif tetap, tidak tergantung pada jarak tempuh. Penumpang bisa berpindah koridor tanpa perlu membayar lagi. Hanya dengan Rp3500 kita bisa keliling Jakarta naik busway.

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang membelah jalan protokol Ibukota Jakarta dari selatan ke utara ini dikelola oleh PT MRT Jakarta yang resmi beroperasi  pada 2008. BUMD ini mendapatkan pinjaman dan bantuan teknis dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation).

Rencananya MRT Jakarta akan membentang 110,8 km. Di koridor selatan-utara (Lebak Bulus- Kampung Bandan) sepanjang 23,8 km dan di koridor timur-barat sepanjang 87 km.

Konstruksi baru berjalan pada akhir 2013, sehingga tahap pertama koridor selatan-utara (Lebak Bulus- Bundaran HI) baru akan selesai pada 2018. Sementara koridor timur-barat masih menjalankan studi kelayakan.

Light Rail Transit (LRT) menjadi alternatif transportasi umum berbasis rel yang paling lincah. Pasalnya, LRT akan dibangun melayang di atas, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru. LRT tidak membutuhkan jalur rel yang terlalu besar, hanya butuh total sekitar 8 meter untuk 2 jalur rel LRT. Rel LRT ada dua sama seperti kereta biasa.

Jaringan LRT rencananya akan memanfaatkan jaringan KRL atau busway yang sudah ada. Beberapa stasiun akan dibangun berdekatan untuk memudahkan penumpang berpindah ke jaringan angkutan yang lain. Untuk tahap awal, Pemprov DKI Jakarta akan membangun 7 koridor. Sementara pemerintah pusat akan membangun koridor lain yang menghubungkan Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi. Dua koridor yang akan dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018 adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta. Pembangunan Tahap I meliputi rute Bekasi Timur – Cawang – Kuningan – Dukuh Atas, dan Cibubur - Cawang. Sedangkan Tahap II akan membangun jalur Cibubur – Bogor, dan Dukuh Atas – Palmerah – Senayan.

Tidak seperti KRL, setiap rangkaian LRT hanya akan membawa 3-6 gerbong. Dengan kapasitas 250-390 orang per gerbong, setiap rangkaian bisa membawa 750-2.300 orang. Untuk mengatasi banyaknya penumpang di stasiun, rangkaian LRT bisa datang setiap 3-5 menit di jam-jam padat.

Pemerintah terus mengupayakan untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi publik. Rencananya 17 stasiun KRL akan diintegrasikan dengan halte Transjakarta. Integrasi ini akan dilanjutkan juga ke moda MRT dan LRT yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan. Semua ini ditargetkan beroperasi pada 2019.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kemacetan yang menjadi penyakit sehari-hari di kota-kota besar akibat keterlambatan pembangunan infrastruktur perhubungan. Oleh sebab itu pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur agar kemacetan tidak terjadi di perkotaan.

Jokowi pernah mengatakan, Jakarta terlambat 25 tahun tidak bangun transportasi massal. "Masyarakat tidak diberi moda alternatif lain. Semua mau pakai mobil pribadi. Ke mana-mana mobil pribadi, karena transportasi massal tidak disiapkan," ujar Jokowi dalam suatu kesempatan.

Terbayang, bukan? Betapa menyenangkan perjalanan di Jabodetabek saat semua moda transportasi massal terintegrasi pada 2019 nanti. Tak perlu lagi mobil pribadi, kita bisa cepat sampai ke tujuan dengan aman tanpa perlu melewati kemacetan yang bikin stres.

 

Share:

Artikel Terkait: