Ingin Berinvestasi Secara Syariah? Belajar Dulu Deh

Ingin Berinvestasi Secara Syariah? Belajar Dulu Deh

LITLIFE.ID, - Adrian Maulana, seorang presenter kondang, mengikuti investasi reksadana dan saham sejak 2005. Namun setelah ia belajar banyak tentang Islam, ia memindahkan dananya ke instrumen syariah. ''Saat ini saya sedang proses hijrah, berusaha menghindari riba,'' kata Adrian.

Fuad , seorang desainer majalah berusia 30 tahun, mulai mencoba ikut investasi reksadana syariah atas saran istrinya. “Saya ikut reksadana syariah karena risikonya relatif kecil dibanding investasi lainnya. Alasan lain, ingin selamat dunia akhirat,” kata Fuad sambil tertawa.

Apa sih investasi syariah itu? Pada dasarnya, investasi berbasis syariah lebih mengutamakan transaksi tanpa riba, bebas dari maysir (risiko yang berlebihan) dan gharar (keraguan). Prinsipnya, kita tidak berinvestasi pada produk yang tidak sesuai syariat Islam, seperti minuman keras, perjudian, dan pornografi.

Keuangan syariah di Indonesia terus mengalami perkembangan pemeritah menerbitkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan keuangan syariah mengalami perkembangan dalam delapan tahun terakhir. Total penerbitan sukuk negara, misalnya, mencapai Rp 538,9 triliun dengan nominal outstanding Rp 391,1 triliun.

Berikut jenis-jenis investasi syariah.

Deposito Syariah

Pengelola dan pemilik dana mengadakan kontrak, dengan mencantumkan ketentuan, seperti penawaran dan penerimaan yang dibuat harus disepakati kedua pihak. Modal diberikan kepada mudharib (pengelola modal) untuk dikelola dalam mudharabah(usaha yang telah disepakati).

Keuntungan harus dinikmati kedua belah pihak. Mengenai kerugian, pemilik dana menanggung kerugian finansial, mudharib menanggung kerugian waktu dan tenaga. Pemilik modal menarik dana sesuai waktu yang disepakati.

Saham Syariah

Saham di sini berarti kepemilikan pada suatu perusahaan dengan kriteria syariah, bukan termasuk saham dengan hak-hak istimewa. Prinsipnya antara lain adalah risiko ditanggung semua pihak, sehingga tidak ada yang membedakan jenis saham.

Saham syariah bersifat mudharabah apabila ditawarkan secara publik, dan bersifat musyawarah apabila ditawarkan secara terbatas. Prinsip bagi hasil berlaku saat perusahaan menangguk lama dan merugi. Jakarta Islamic Index merupakan salah satu bursa saham di Indonesia yang menghitung indeks harga rata-rata saham untuk jenis saham yang memenuhi kriteria syariah.

Pasar Modal Syariah

Pasar modal syariah memiliki pedoman yaitu larangan mengenai perbedaan antara saham satu dengan yang lainnya. Semua pihak yang menyediakan saham harus mendapatkan risiko yang sama.

Obligasi Syariah

Obligasi syariah berwujud sertifikat yang mewakili aset tertentu dan dikeluarkan oleh emiten kepada investor. Investor  memiliki hak penuh menerima fee atau hasil.

Reksadana Syariah

Reksadana syariah mengacu pada sekumpulan investor pengumpul dana untuk perusahaan sesuai syariat Islam. Reksadana syariah merupakan wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta (shabib al-mal/rabb al-mal) untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam.

Tertarik berinvesetasi syariah, berikut tip yang diberikan Adrian Maulana.

Pertama, pelajari semua cara berinvestasi dan risikonya. Kedua, tentukan tujuan investasi agar instrument yang dipilih sesuai dan tujuan tercapai. Ketiga, cari mitra professional agar tidak tergiur iming-iming tawaran palsu.

Share:

Artikel Terkait: