Inilah Cara PT Pos Indonesia akan Esksis di Kalangan Kids Zaman Now

Inilah Cara PT Pos Indonesia akan Esksis di Kalangan Kids Zaman Now

LITLIFE.ID, - Apa yang kalian ketahui tentang Pos Indonesia?

Generasi baby boomers mengenal BUMN satu ini lewat banyak hal; perangko, kartu pos, weselpos, dan beberapa layanan jasa di masa lalu lainnya. Kids zaman now tidak mengenal semua itu.

Namun, dalam hitungan beberapa bulan ke depan PT Pos Indonesia dipastikan akan dikenal generasi milenial. Perusahaan berlogo burung itu sedang berbenah diri mengubah platform bisnisnya dari konvensional ke digital.

Dimulai dengan meluncurkan PosPay, aplikasi pembayaran melalui smartphone yang terintegrasi ke 4.800 jaringan dan menyebar ke 40 ribu agen pos di seluruh Indonesia. Mereka sedang bersiap meluncurkan urban logistic, yang membuat layanan pengiriman barang lebih cepat dan murah.

“Kami sedang mempersiapkan teknologi yang membuat urban logistic menjadi layanan cepat, aman, dan murah,” kata Gilarsi Setijono, direktur utama PT Pos Indonesia.

Layanan lainnya, masih menurut Setijono, adalah m-Kantorpos dan MailPos. Layanan m-Kantorpos bisa diakses lewat smarphone. MailPos adalah layanan pengiriman dokumen dan surat bagi korporasi dengan system keamanan memadai.

Menurut Setijono, PT Pos Indonesia tidak sekadar beradaptasi dengan teknologi digital saat ini tapi mengantisipasi perkembangan sepuluh tahun ke depan. “Mungkin yang dilakukan saat ini tidak cukup untuk beberapa tahun ke depan, dan PT Pos Indonesia tertinggal lagi,” ujar Setijono.

Selain mengembangkan teknologi urban logistic, PT Pos Indonesia mempersiapkan teknologi dan sistem yang memadai untuk bisnis remittance, atau pengiriman uang dari dank e luar negeri. Ia yakin kelak persaingan jasa pengiriman uang bukan hanya pada pengenaan biaya tapi seberapa bisa perusahaan mmenuhi tuntutan costumer.

“Di era milenial, persaingan semakin berat. Tuntutan pelanggan semakin tinggi,” kata Setijono. “Tapi kami yakin layanan berbasis teknologi yang kami pekenalkan akan mengembalikan eksistensi PT Pos Indonesia.”

Agar cepat dikenal generasi milenial, PT Pos Indonesia juga melakukan re-branding. Caranya, meluncurkan kampanye lewat sarana kerja. Jaket, salah satu fasilitas kerja pengantar barang dan surat, diberi label Mr Postman. Kampanye bersifat mobile, terus-menerus, agar masyarakat mengenal kembali PT Pos Indonesia.

Saat ini, sekitar 10 sampai 15 persen pendapatkan PT Pos Indonesia berasal dari jasa pengiriman barang industry e-commerce. Angka itu cukup signifikan karena PT Post Indonesia baru menggandeng e-commerce tahun 2016.  Sampai Juli 2017, pendapatan jasa pengiriman dari e-commerce memingkat 130 persen dibandinng periode tahun sebelumnya.

“Kami menggandeng Lazada, Zalora, Bukalapak, Matahari Mall, Bibli, Belanja, Shopee, dan masih akan bermitra dengan e-commerce lainnya,” kata Tita Puspitasari, manajer komunikasi media PT Pos Indonesia.

PT Pos Indonesia juga melayani layanan berbagai jenis barang, memenuhi kebutuhan pelaku bisnis online berupa cash on delivery (COD), layanan 24 jam, notifikasi status kiriman, kemudahan complain handling 24 jam, jaminan keamanan dan ganti rugi.

Sebagai BUMN, PT Pos Indonesia adalah milik bangsa yang harus dikenal setiap generasi.

Share:

Artikel Terkait: