Jangan Tidur Saat Melintas Tol Bawen

Jangan Tidur Saat Melintas Tol Bawen

LITLIFE.ID, - Rasa lelah menyelimuti seluruh anggota rombongan pengantar jenasah dari Bekasi ke Kediri, Jawa Timur. Jerry Kusuma Jaya, lelaki berkepala plontos, salah satunya. Ia mengantar jenasah mendiang sang ayah ke peristirahatan terakhir di kampung halamannya.

Jerry membawa dua anak dan satu istri. Satu anak tidur di pangkuannya. Satu lagi tidur di pelukan sang istri. Mereka telah menempuh perjalanan malam hari selama sebelas jam.

Memasuki Jalan Tol Bawen, kelelahan Jerry tiba-tiba sirna. Hamparan persawahan hijau dan perbukitan berselimut pepohonan membuat matanya tak pernah berpaling dari jendela mobil.

“Bangun kakak. Lihat tuh jalannya bagus banget,” katanya kepada anak tertua yang tidur di pangkuannya. “Ada gunung di sebelah sana.”

Ia juga membangunkan istri dan anak terkecilnya. Matahari pagi mulai meninggi ketiga keluarga kecil itu menikmati sisi kiri dan kanan Jl Tol Bawen. Sejenak tidak ada lagi kesedihan akibat kehilangan orang tercinta di wajah mereka.

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Jl Tol Bawen banyak disebut orang sebagai ruas jalan tol terindah. Bagi Jerry dan keluarga, serta anggota rombongan pelayat lainnya, ruas ini akan mempersingkat perjalanan mereka ke Kediri.

Jalan Tol Bawen, membentang sepanjang 17,6 kilometer, adalah satu dari beberapa ruas Jl Tol Semarang-Solo yang diprediksi meningkatkan mobilitas orang dan mempermudah distribusi barang.

Saat meresmikan Tol Bawen, Presiden Jokowi mengatakan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan Indonesia baru memiliki jalan tol sepanjang 780 kilometer. “Saya ingat, saat itu tiga tahun lalu. Saya berdiskusi dengan Menteri PUPR mengenai target 1.200 kilometer jalan tol dalam lima tahun,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, salah satu masalah utama pembangunan jalan tol adalah pembebasan lahan.  Ia yakin jika masalah utama ini teratasi, membangun jalan tol sepanjang 1.200 kilometer bukan impian.

Masalah lainnya adalah penentuan tarif. Namun, pengelola Jl Tol Bawen mengatakan masyarakat tidak keberatan dengan tarif Tol Bawen.

Prayudi, General Manager Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), mengatakan  sebelum diresmikan oleh presiden, ruas tol ini diujicoba untuk masyarakat umum tanpa dikenakan tarif. Selama enam hari uji coba, Jal Tol Bawen dilewati 6000 kendaraan setiap hari.

Setelah diresmikan dan dikenakan tariff, jumlah kendaraan yang melintas antara 5.000 sampai 6.000 per hari. Prayudi mengatakan jumlah kendaraan sebanyak itu memperlihatkan minat masyarakat menggunakan Jl Tol Bawen cukup tinggi.

“Artinya, tarif Rp 1000 per kilometer tidak masalah,” kata Prayudi. “Sebelumnya, banyak orang menyebut tarif Tol Bawen terlalu mahal.”

Jl Tol Bawen kini menjadi andalan pemudik Idul Fitri dan orang-orang yang berlimur ke kampong halaman saat libur panjang. Saat itu arus kendaraan Semarang-Solo-Yogyakarta meningkat tajam.

Bagi masyarakat pengguna kendaraan umum, melintas Tol Bawen adalah sebuah perjalanan wisata paling indah. Jerry salah satunya. Ia terus menatap ke luar jendela mobil, menikmati keindahan salah satu sisi jalan, sambil sesekali mengatakan sesuatu kepada anak-anaknya.

Jl Tol Bawen memaksa setiap orang yang melintas melupakan tidur dalam perjalanan.

 

Share:

Artikel Terkait: